Ustad Abb Batal Bebas. Fadli Zon: Presiden Ga Punya Wibawa
Batal Bebas

By Aministrator 22 Jan 2019, 23:59:15 WIB Polhukam
Ustad Abb Batal Bebas. Fadli Zon: Presiden Ga Punya Wibawa

Keterangan Gambar : Ustad Baasyir Semasa Di Tahanan


Arus Nasional. Di beberapa media (Cetak, Online dan TV) bahwa kabarnya akan di bebaskan nya Ustad Abu Bakar Baasyir sudah dan hal ini pula yang di lontarkan oleh Yusril Izha Mahendra selaku penasihat hukum Jokowi-Ma’ruf Amin. 

Yusril memaparkan" pembebasan murni Abu Bakar Baasyir diputuskan setelah Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan presiden untuk mengkesampingan sarat untuk bebas bersyarat bagi Abu Bakar Baasyir (Di berita kan beberapa hari lalu di arusnews).

Namun nampaknya hal tersebut hanya akan menjadi isapan jempol belaka dan publik makin yakin menyimpulkan bahwa Presiden tidak punya wibawa di mata para menteri. Hal ini diperkuat dengan pernyataan oleh pernyataan Fadhli zon dalam komentarnya saat mengisi pada acara ILC selasa malam (22/1)" Masa Presiden keputusan bisa di koreksi oleh hanya seorang dan beberapa menteri. Sementara Yusril penasehat hukum Jokowi - Maaruf sudah lebih awal berkoar di kalangan media seraya meyakinkan bahwa Ustad Abu Bakar Baasyir akan di bebaskan tanpa syarat oleh Presiden. Eeh tiba - tiba sekarang di batalkan. Ini buktinya Presiden ga ada wibawa" geram Fadhli.

Hal ini dikuat kan oleh Kepala Staf Presiden Moeldoko memastikan bahwa saat ini permintaan pembebasan bersyarat atas Abu Bakar Ba'asyir tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah.

Sebab, Ba'asyir tidak dapat memenuhi syarat formil sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan lebih lanjut didetailkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.

"Iya (tidak dibebaskan). Karena persyaratan itu tidak boleh dinegosiasikan. Harus dilaksanakan," ujar Moeldoko saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (22/1). Syarat formil bagi narapidana perkara terorisme, yakni pertama, bersedia bekerjasama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukannya.

Kedua, telah menjalani paling sedikit dua per tiga masa pidana, dengan ketentuan dua per tiga masa pidana tersebut paling sedikit 9 bulan.

Ketiga, telah menjalani asimilasi paling sedikit setengah dari sisa masa pidana yang wajib dijalani. Terakhir, menunjukkan kesadaran dan penyesalan atas kesalahan yang menyebabkan pemohon dijatuhi pidana dan menyatakan ikrar kesetiaan pada NKRI secara tertulis.

Moeldoko melanjutkan, Presiden Joko Widodo sebenarnya menyambut baik permohonan Ba'asyir bebas. Sebab, kondisi kesehatan Ba'asyir yang kini sudah berusia 81 tahun terus menurun sehingga membutuhkan perawatan yang khusus.

"Dari sisi kemanusiaan, Presiden sangat memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Namun ya Presiden juga memperhatikan prinsip-prinsip bernegara yang tidak dapat dikurangi dan tidak dapat dinegosiasikan," Pungkas Moeldoko.
Gie.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Presiden Pilihan anda 2019?
  Prabowo - Sandi
  Jokowi - Maruf Amin

Komentar Terakhir

  • Robby Prihandaya

    Komentar paling pedas Khamenei adalah Iran tidak pernah mengenal Israel. Negara ini juga secara ...

    View Article
  • Tommy Utama

    Para pengunjuk rasa membawa bendera-bendera Palestina dan foro-foto pemimpin tertinggi ...

    View Article
  • Robby Prihandaya

    Anda penyuka Transformer? Tentu hal yang paling menarik saat menonton film Transformer salah ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video