Sistem Kecurangan KPU Di Telanjangi Di Publik. Keselamatan Tim IT 02 Harus Kita Jaga
Pemilu Curang

By Aministrator 15 Mei 2019, 13:25:46 WIB Polhukam
Sistem Kecurangan KPU Di Telanjangi Di Publik. Keselamatan Tim IT 02 Harus Kita Jaga

Keterangan Gambar : Robot Ikhlas yang Dapat Melacak Kecurangan Situng KPU


Arus Nasional. Hiruk pikuk permasalahan dari puluhan ribu kecurangan perolehan suara pada ajang pemilu Pilpres dan PILEG masih mengundang perhatian khalayak masyarakat Nasional maupun internasional. Disebabkan ke tidak tegasan pihak KPU maupun BAWASLU selaku penyelenggara Pemilu 17 April 2019. 


Melihat tidak responsif nya pihak KPU, BAWASLU juga aparat penegak hukum sehingga membuat sebuah kesimpulan pemilu 2019 di negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ada dugaan telah terjadi kecurangan secara Terstruktur, Sistematif, Masiv dan Brutal (TSMB). 

Untuk itulah para relawan juga Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno, hari ini Selasa (14/5/2019) mengadakan acara "Simposium Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019". Acara diadakan di bilangan Hotel berbintang Grand Sahid Jaya yang berlokasi di Jl. Jendral Soedirman Jakarta. 

Dalam pantauan awak media Arusnews ribuan para simpatisan, relawan dari semua elemen masyarakat ikut menghadiri acara tersebut. Bahkan awak media Nasional bahkan internasional turut hadir. Beberapa tokoh nasional yang hadir Prabowo Subianto (Presiden pilihan rakyat Indonesia 2019-2014), Sandiaga Salahudin Uno (wakil Presiden pilihan rakyat Indonesia), Djoko Santoso (ketua BPN Prabowo Sandi), Syafri Syamsudin, Rizal Rami, H. M.Amien Rais, Laude Kamaludin, KH. Abdullah Syafi'i, Titik Soeharto, Rahmawati Soekarno putri, Neno Warisman, Fuad Bawazier, Yunus yosfiah, Dahnil Azhar, Khoiril Annas, Agus Maksum dan Didi Gumelar (Miing) selaku pembawa acara.

Acara dimulai pada pukul 16:00-18:00 WIB. Informasi yang berhasil di himpun Crew Arusnews bahwa dalam acara tersebut panitia juga turut mengundang KPU, BAWASLU dan Tim Kampanye Nasional (Jokowi - Ma'ruf), Kapolri dan Panglima TNI namun tak satu pun dari mereka yang hadir. 

Gema takbir Allahu Akbaru !!! ... Terus membahana di setiap orasi tokoh-tokoh nasional. Tabir kecurangan mulai terbuka semuanya. Sangat jelas terang benderang seperti pancaran sinar Matahari di siang bolong. Menurut Rizal Ramli saat memberikan paparan pada acara tersebut mengungkapkan" Bagaimana rekayasa kejahatan pemilu yang Terencana Sistimatis Masiv serta Brutal (TSMB) yang dilakukan rezim Jokowi melalui kaki tangannya (BUMN, Kepala Daerah, Camat, Lurah sampai kepala Desa) dengan berbagai cara daya upaya disetiap lini dan tahapan. 

Namun berkat ridho Allah SWT. Atas do’a orang orang yang ikhlas berjuang, para ulama, Habaib, Kyai, relawan, juga ema-emak, perjuangan tanpa pamrih dari seluruh relawan. Prabowo - Sandi tetap menang dgn angka 54 % hasil rekap manual form C1" ungkap Rizal Ramli.

Hadir memamaparkan para pakar di bidangnya yang menguliti habis kejahatan pemilu dan pilpres tahun 2019 ini. Mulai dari Agus Maksum dengan temuan DPT silumannya, Dahnil Simanjuntak dengan temuan sebelum pencoblosan, Rizal Ramli dengan  berbagai macam laporan dan data kehancuran tata kelola pemerintahan hari ini. Laode dari sosial politik dan hukumnya, dan terakhir generasi muda melintas yang dinilai genius Khairul Annas dengan robot ikhlasnya. Dengan temuannya lah berhasil memporak porandakan dan menelanjangi input data situng KPU.

Data per menit perubahan nya bisa terlacak melalui Robot ikhlas  yang di temukan oleh seorang pemuda berlatar belakang IT alumni ITB Bandung. Robot ikhlas dapat memonitoring sistem dari kecurangan KPU. Dan saya pastikan KPU akan lebih ketakutan dengan robot ikhlas ini, dari pada dengan pengawasan Malaikat. Dirinya mengungkapkan" Dalam situng KPU tidak realtime, ada jeda lebih kurang 15 menit. Tidak validasi terhadap kesalahan entry, sehingga ditemukan 13 ribu lebih kesalahan itu. Tidak ada verifikator di pusat hanya ada di KPU dan itu diakui KPU dan belum diperbaiki. 

Kejanggalan dari salinan C1 yang berubah, adanya penggelembungan suara. Perkawanan kita ada 3 hal antara lain data monitoring yaitu data diubah, perubahan di angka kehadiran dan C1 tidak lengkap, Adanya kesalahan entry. Tidak adanya sertifikat audit pada server/aplikasi KPU dengan anggaran mencapai 24 Triliun maka kita hanya bisa bertanya-tanya. Selain itu, seluruh aplikasi tersebut berpotensi terkena serangan hacker. Namun tetap saja lebih berat indikasi adanya penyusup yang mengganggu dari dalam KPU. Kita bisa artikan semua ini bahwa KPU tidak mau system ini aman dengan pembiaran adanya gangguan yang akan masuk. Kesimpulannya, IT KPU itu janggal dan mencurigakan. Saat saya paparkan hal ini di depan komisioner KPU dan BAWASLU yang di dampingi dengan tim BPN. Mereka semua nya (BAWASLU dan KPU) tidak membantah nya. Ingat saya pun saat itu di ambil sumpah"papar Khoirul Annas.

Luar biasaaa... Kejahatan, kecurangan dan kebrutalan yang telah mereka lakukan di era Rezim Jokowi. Wajar para para Jendral idealis akhirnya turun gunung terbuka pada hari ini. Ada Pak Jend Tyasno (Mantan Kasad), Letjend Syarwan Hamid (mantan Kasospol ABRI) padahal beliau sedang sakit, Letjend Syafrie Samsudin (Mantan Pangdam Jaya), Letjend Agoes Soetomo (Mantan Danjen Koppasus), serta puluhan bahkan ratusan Jendral lainnya yg turun gunung.

Suasana begitu khidmad, haru bercampur dengan rasa amarah, dan geram atas segala kejahatan demokrasi yang sewenang-wenang hari ini. Bahkan ada yang sampai meneteskan air mata, karena begitu mirisnya melihat nasib bangsa ini yang dicurangi sedemikian rupa. Bangsa Indonesia yang sejatinya penurut, patuh, lembut, tapi telah mereka khianati, mereka teror, mereka intimidasi.

Beberapa relawan yang hadir, saat di mintai keterangan nya oleh awak media Arusnews mengatakan" orang Se cerdas Khoirul Annas masih muda. Saya berharap tim BPN dan kita semua harus bisa menjaga dan melindunginya. Karena tidak menutup kemungkinan nyawanya dalam terancam. Karena kubu rezim nampaknya mulai panik. Orang kalau sudah panik, segala macam cara pasti di Halal kan" pungkas Relawan (namanya enggan di sebutkan)
Ris. S/Red




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Presiden Pilihan anda 2019?
  Prabowo - Sandi
  Jokowi - Maruf Amin

Komentar Terakhir

  • Robby Prihandaya

    Komentar paling pedas Khamenei adalah Iran tidak pernah mengenal Israel. Negara ini juga secara ...

    View Article
  • Tommy Utama

    Para pengunjuk rasa membawa bendera-bendera Palestina dan foro-foto pemimpin tertinggi ...

    View Article
  • Robby Prihandaya

    Anda penyuka Transformer? Tentu hal yang paling menarik saat menonton film Transformer salah ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video