Rampok Motor Berkedok Matel Marak Di Bogor, Polres & Polsek Jangan Tutup Mata
Lising & Preman

By Aministrator 02 Jun 2019, 13:33:56 WIB Daerah
Rampok Motor Berkedok Matel Marak Di Bogor, Polres & Polsek Jangan Tutup Mata

Keterangan Gambar : Tim LPKN Saat Audiensi Dengan Pihak Leasing


ARUS BOGOR. Wilayah Provinsi Jawa Barat khususnya Kabupaten Bogor kerap terjadi perampasan motor yang dilakukan oleh para Debt kolektor yang lebih dikenal oleh masyarakar Matel (Mata Elang).

Hal ini terjadi pula perampasan motor Honda Vario F 2753 FJ tahun 2015 atas nama M. Saim. Kejadian tersebut dilakukan jl. Tajur PD Hasan tepat tanggal (31/5/2019) jam 21:00 Wib, oleh sekelompok orang yang berjumlah 4 orang. Mereka mengaku sebagai Collektor. Tiba-tiba mereka menghentikan pemilik kendaraan tersebut dan memaksa serta merampas membawa kendaraan tersebut. Diantara mereka (para Colektor) mengatakan" ini motor menunggak cicilannya dan mengatakan jika mau diambil besok pagi aja dikantor Adira finance, mereka memberikan secarik kertas tanda terima yang ga jelas nama dan tulisannya, yang tadinya korban bertahan, saking takutnya karena mereka jumlahnya banyak.

Menurut korban menuturkan pada awak media Arusnews" Saya melihat dimotor anggota Colektor ada sepotong kayu entah untuk apa, akhirnya saya ditinggal dilokasi begitu saja dan motor saya dibawa paksa oleh sekelompok yang mengaku Debet Collektor dengan teganya saya di tinggal di jalan" ungkapnya

Informasi yang berhasil di himpun awak media Arusnews, besoknya pemilik tersebut mendatangi kantor Adira finance yang berlokasi di tajur dan Bertemu dengan Headcollnya yang bernama Wahid, guna menanyakan motornya dan akan menyelesaikan tunggakan nya, ternyata motor tersebut tidak ada dikantor Adira finance, tapi hingga sore hari motor tidak ada di kantor tersebut. Akhirnya M. Saim (Korban) mengadukan kejadian tersebut kepada Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) yang di terima oleh Niko yulwijanarko.

Tim LPKN segera membantu untuk mencari motor tersebut kekantor Adira finance dan kemudian bertemu dengan pegawai Adira didepan kantornya yang bernama iwan dengan lantang ia mengatakan" Ia bahwa motor tersebut memang belum ada dikantor, dengan sangat kecewa atas jawaban tersebut yang akhirnya Niko dan team LPKNI (Andri, Pago, Asep lubis dan kesepuhan dari Laskar Merah Putih H. Nasir) bersama korban Berusaha mencari Informasi ke TKP saag korban dirampas, yang akhirnya bertemulah dengan beberapa para Debet Collektor dan Headcoll Bess finance.

Iwan dan Darius yang membantu mencari informasi ke beberapa PT Jasa para Matel, tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan dikembalikannya motor oleh para perampas yang mengaku Debet Collektor.

Niko selaku ketua LPKNI Bogor mengatakan" Saya ultimatum bila sampai malam ini tanggal 1 Juni 2019 tidak ada itikat baik daripada Matel yang merampas motor tersebut akan ditindak lanjuti ke jalur Hukum yang Berlaku. Perihal sering terjadinya perampasan Motor di seputaran jalan tetsebut mengatas namakan Debet Collektor (matel) dan masih maraknya di wilayah Bogor para matel masih bergentayangan di mana-mana untuk mengambil alih menarik Kendaraan di jalan.

Yang sudah jelas-jelas tidak diperbolehkan berdasarkan Sprin (Surat Perintah Kapolri), karena seringnya melakukan teror dan perampasan motor. Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian memerintahkan jajarannya (Polres dan Polsek) untuk menangkap debt collector.

"Apapun itu alasannya kalau meresahkan masyarakat wajib ditindak lanjuti oleh anggota Polri, karena hal itu bagian dari teror pada masyarakat. Kami ingin Indonesia tenang, kondusif dan aman. Kita rangkul masyarakat, karena rakyat bagian dari kami,” jelas Kapolri yang berhasil dialog oleh Redaksi Arusnews saat acara Seminar UU Fidusia dan Perkap (Penjabarannya) di Jakarta"Polri akan berkomitmen menindak tegas preman yang meresahkan masyarakat yang berkedok debt collector. Dengan alasan apapun hal itu tidak bisa dibenarkan.

Ingat karenanya sudah diatur pada Undang-undang Fidusia dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011. Dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 Tahun 2011, yang berhak menarik kendaraan yang menunggak yaitu juru sita pengadilan yang didampingi kepolisian bukan preman yang berkedok debt colector. Untuk itu sebaliknya jika anggota Polsek, Polres diam (Tutup mata) saat sudah banyak aduan masyarakat baik langsung ataupun pemberitaan dari Media bahwa di lingkungan sekitar marak perampasan motor oleh Preman berkedok Colector tapi tidak ada tindakan Polres dan Polsek, adukan dan berita kan. Mabes Polri akan beri sangsi tegas" Pungkas Jenderal Pol. Tito Karnavian (Kapolri).
Marno/Red




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Presiden Pilihan anda 2019?
  Prabowo - Sandi
  Jokowi - Maruf Amin

Komentar Terakhir

  • Robby Prihandaya

    Komentar paling pedas Khamenei adalah Iran tidak pernah mengenal Israel. Negara ini juga secara ...

    View Article
  • Tommy Utama

    Para pengunjuk rasa membawa bendera-bendera Palestina dan foro-foto pemimpin tertinggi ...

    View Article
  • Robby Prihandaya

    Anda penyuka Transformer? Tentu hal yang paling menarik saat menonton film Transformer salah ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video