Diduga Rencana Kecurangannya Terbongkar, KPU Tolak Digital Forensik IT
Pemilu Curang

By Aministrator 15 Mei 2019, 15:58:11 WIB Polhukam
Diduga Rencana Kecurangannya Terbongkar, KPU Tolak Digital Forensik IT

Keterangan Gambar : Rizal Ramli Saat Beri Keterangan Awak media


Arus Nasional. Hiruk pikuk permasalahan dari puluhan ribu kecurangan perolehan suara pada ajang pemilu Pilpres dan PILEG masih mengundang perhatian khalayak masyarakat Nasional maupun internasional. Disebabkan ke tidak tegasan pihak KPU maupun BAWASLU selaku penyelenggara Pemilu 17 April 2019. 

Melihat tidak responsif nya pihak KPU, BAWASLU juga aparat penegak hukum sehingga membuat sebuah kesimpulan pemilu 2019 di negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ada dugaan telah terjadi kecurangan secara Terstruktur, Sistematif, Masiv dan Brutal (TSMB). 

Untuk itulah para relawan juga Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno, hari ini Selasa (14/5/2019) mengadakan acara "Simposium Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019". Acara diadakan di bilangan Hotel berbintang Grand Sahid Jaya yang berlokasi di Jl. Jendral Soedirman Jakarta. 

Dalam pantauan awak media Arusnews ribuan para simpatisan, relawan dari semua elemen masyarakat ikut menghadiri acara tersebut. Bahkan awak media Nasional bahkan internasional turut hadir. Beberapa tokoh nasional yang hadir Prabowo Subianto (Presiden pilihan rakyat Indonesia 2019-2014), Sandiaga Salahudin Uno (wakil Presiden pilihan rakyat Indonesia), Djoko Santoso (ketua BPN Prabowo Sandi), Syafri Syamsudin, Rizal Rami, H. M.Amien Rais, Laude Kamaludin, KH. Abdullah Syafi'i, Titik Soeharto, Rahmawati Soekarno putri, Neno Warisman, Fuad Bawazier, Yunus yosfiah, Dahnil Azhar, Khoiril Annas, Agus Maksum dan Didi Gumelar (Miing) selaku pembawa acara.

Acara dimulai pada pukul 16:00-18:00 WIB. Informasi yang berhasil di himpun Crew Arusnews bahwa dalam acara tersebut panitia juga turut mengundang KPU, BAWASLU dan Tim Kampanye Nasional (Jokowi - Ma'ruf), Kapolri dan Panglima TNI namun tak satu pun dari mereka yang hadir.

Rizal Ramli turut paparkan atas kecurangan pada pelaksanaan Pemilu 17 April 2019. Rizal menuturkan" Tahun 2014 sebetulnya ada kecurangan, memang skalanya relatif kecil, pak Prabowo dulu masih legowo, nerimo, tidak protes tetapi kali ini tidak akan pernah kata kata kompromi lagi, lawan. 

Dari pra pemilu (sebelum pemilu) adanya DPT abal-abal 16,5 juta, tahun 2014 Jokowi populer. Pemilu kali ini dirancang Jokowi menang 56%, salah input KPU sampai 13%. Ada tangan tangan dibelakang (back hand) komputer yang mengotak atik surat suara. Maka itu kami minta dilakukan Digital forensik IT, tetapi mereka tidak mau, karena kecurangan nya pasti akan terang benderang dan terbuka. Apakah kita akan pilih pemimpin yang curang seperti itu, sementara pemerintahan memble, ekonomi memble tapi maksa 2 periode. Kita harus rebut kedaulatan rakyat yang dicuri dan dikhianati ini" ungkap Rizal (geram), disambut teriakan ratusan relawan "Lawan..." Dan teriakan takbir Alloh Akbar..

Adip/Red




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Presiden Pilihan anda 2019?
  Prabowo - Sandi
  Jokowi - Maruf Amin

Komentar Terakhir

  • Robby Prihandaya

    Komentar paling pedas Khamenei adalah Iran tidak pernah mengenal Israel. Negara ini juga secara ...

    View Article
  • Tommy Utama

    Para pengunjuk rasa membawa bendera-bendera Palestina dan foro-foto pemimpin tertinggi ...

    View Article
  • Robby Prihandaya

    Anda penyuka Transformer? Tentu hal yang paling menarik saat menonton film Transformer salah ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video