Daryono, Rintis Ukm Hingga UMK. Pelopor Pengusaha Muslim Terpercaya
Bisnis Terpercaya

By Aministrator 13 Sep 2018, 07:58:48 WIB Ekonomi & Bisnis
Daryono, Rintis Ukm Hingga UMK. Pelopor Pengusaha Muslim Terpercaya

Keterangan Gambar : Sudaryono Wibowo & Keluarga Juga Karyawannya


Arus Tokoh. Menjadi orang yang sukses adalah merupakan impian semua orang,tidak terkecuali dengan pria yang satu ini,pria kelahiran Ngawi 41 Tahun silam ini mempunyai cita-cita ingin menjadi orang yang sukses. Dengan latar belakang dan  berasal dari keluarga yang secara ekonomi bisa dibilang pas-pasan,pria yang diberi nama oleh kedua orangtuanya dengan nama Sudaryono Wibowo, boleh dibilang termasuk salah satu orang yang tangguh, tak kenal menyerah dan mempunyai keseriusan dalam menggapai impiannya. Terbukti dengan ketangguhanya dan keseriusan dalam menjalankan usahanya kini,Sudaryono telah memiliki toko elektronik yang cukup besar dengan system seperti yang sering kita dijumpai di supermarket. Setiap konsumen dapat memilih langsung barang yang akan dibeli yang sudah ditempelkan harganya.

Toko Elektrik yang berada di bilangan jalan raya kampung sawah kecamatan Pondokmelati ini sangat mencuri perhatian ,Crew media Arusnews. Dengan lokasi yang sangat strategis dan parkiran cukup luas juga konsumen terus ramai. Dimar Elektrik terus dikunjungi konsumen. Pada akhirnya Awak media Arusnews dapat menyambangi toko tersebut untuk bertemu dengan pemiliknya. Alhamdulillah, Sudaryono Wibowo, sang pemilik toko Elektronik  yang diberinama “Dimar Elektrik" bersedia menerima kami ,dan kami pun berkesempatan untuk mewawancarai di ruang kerjanya Senin (10/9).

Bagaimana awal ceritanya sampai memiliki toko listrik yang besar dengan konsep pelayanan seperti di supermarket ?

Saya akan cerita. Tapi maaf agak sedikit panjang mas, saya ini terlahir anak ke 2 dari 4 sauadara dari orangtua saya yang hidupnya pas-pasan yang bekerja pada sebuah perusahaan teh milik swasta yang untuk menghidupi anak-anaknya aja pas-pasan sekali. Saya mengambil keputusan langsung merantau ke Jakarta, dengan melelui pertemanan yang kala itu hanya dengan bermodalkan sangat yang saya miliki akhirnya saya mendapat pekerjaan di perusahaan konveksi sebagai karyawan biasa.

“ Dengan  mendatangi teman-teman saya yang  banyak di jembatan lima Jakarta barat. Akhirnya saya bekerja di Glodok di tekstil bukan di listrik, sebenarnya gak nyambung (selorohnya)

Lanjut, Daryono (demikan biasa pria ini disapa),Saat bekerja  di tekstil ,dirinya selalu berpikir bagaimana agar memiliki usaha walaupun kecil-kecilan.” Saya punya pemiikiran ke depan jika suatu saat saya akan menikah dan setelah menikah mempunya anak, kalau punya anak maka saya harus menghidupi keluarga dengan layak. Paling tidak ya makan seminggu sekali yang enak itu mungkin namanya layak, mengurus sekolah anak dan memiliki rumah tinggal “. Tuturnya.

Dari pemikiran itulah,akhirnya ,Daryono,memberanikan diri untuk mengambil resiko, ia mendatangi  teman–temannya yang dianggap punya koneksi. Hingga pada akhirnya dirinya membuka lapak untuk berjualan disekitar monas dengan menggunakan  terpal berukuran 2X3 meter untuk menggelar dagangannya.

“ Pada tahun 2001-2002 Saya buka lapak di monas, kala itu yng saya jual seperti baju koko, kaos, batik. Itu kalau malam minggu saya membuka lapak mulai dari jam 7 pagi sampai jam 12 malam, selesai berjualan terpal saya gulung diiket dimotor dan saya enggak pulang kerumah,saya tidur di motor, karena paginya harus berjualan lagi,kalau pulang dulu khwatir lapaknya di tempati orang”.papar, Daryono,melanjutkan kisahnya.

Pada Tahun 2003,Daryono,masih tetap menjalankan  aktivitas dengan profesinya sebagai pedagang kaki lima masih berlanjut, namun kali ini dirinya ditemani oleh istri tercinta, dan kebiasaannya tidur dilapak masih kerap dilakukan,yang membedakan hanya jika pagi harinya dibantu oleh isterinya.

“ Tahun  2003 saya menikah dan masih tetap melakukan aktifitas yang sama, bahkan kebiasaan saat masih bujangan yang sering tidur dilapak masih suka saya lakukan. Alhamdulillah saya medapat isteri yang sangat mensupport usaha saya ,malah isteri saya juga ikut membantu berjualan. Kami tidak ada gengsi–gengsian. Kami benar-benar merintis dari nol, kalau mendapat income yang lumayan kami tabung. Alhamdulillah akhir kami bisa sewa toko disini (jalan raya kampung sawah,red)”.

Kurang lebih selama dua tahun menempati toko yang disewanya dengan berjualan alat-alat listrik,dan Lantaran ditoko yang disewanya untuk berdagang  juga barang-barangnya tidak lengkap,dirinya juga sering mendapat ejekan dari calon konsumen. Dirinya,juga mengaku, sebenar tidak memiliki background (latar belakang) berjualan alat listrik, karena selama berjualan di monas hanya berjualan tekstil (baju)

“ Sebenarnya saya tidak ada background pengetahuan alat listrik, tetapi saya terus belajar terkait yang berhubungan dengan alat listrik dan eletronik lainnya. Isii toko pun sangat sedikit dan tidak lengkap,lantaran banyak yang tidak ada yang dicari oleh pembeli,saya juga sering mendapatkan celaan dari pembeli dengan mengatakan “kamu niat dagang atau main-main ?“,tetapi itu tidak membuat saya sakit hati,justru menjadi penyemangat saya. Walaupun sudah memiliki toko,namun saya tetap mencari order  berkeliling dengan menggunakan sepeda motor.Kalau hanya menunggu pembeli yang datang ketoko,saat itu tidak bisa dijadikan harapan yang besar,saya harus menggunakan system jemput bola ”. Ucap,Daryono.

Motivasi Sukses

Saya berfikir kalau orang lain bisa saya harus bisa, akhirnya saya buka toko dan untuk mengembangkan diri saya pun kerap mengikuti seminar, seperti, seminarnya Andri Wongso, Tung Desem waringin, Bong Candra, saya baca-baca bukuna  dan juga  mendengarkan CD nya dan itu sengat memotivasi sekali. Saya melihat kenapa sih orang-orang yang sukses dalam berbisnis itu  selalu orang-orang Chines yang minoritas ? dari situ akhirnya berpikir kalau semua orang pun bisa sukses dan harus sukses karena “ sukses adalah hak saya”. Saya coba merenung dan berpikir membandingkan dengan yang sukses,hingga saya menemukan kesimpulan kita sama-sama dikasih waktu 24 jam, kenapa si A bisa kaya tapi si B tidak bisa kaya,ternyata menurut saya  itu berawal dari mindset atau cara berfikir kita sendiri,jangan pernah kita merendahkan diri sendiri, contohnya dengan berkata, mana mungkin saya seperti itu?itu artinya membatasi kuasa Tuhan, menurut saya. Selagi kita mau berusaha Allah akan buka pintu keberkahan itu, itu yang saya alami dan itu dahsyat sekali. Akhirnya saya programkan dalam hidup saya, setiap bulan saya harus infaq, zakat dikeluarkan, kita bantu Masjid, yatim piatu, pesantren itu kita alokasikan sebulan sekian persen. Dan tiap tahun saya siapkan Zakat mal, pertama di sekitar rumah,  kedua sekitar tempat usaha saya, ketiga sekitar kampung istri saya, keempat dikampung saya.

Dengan Keyakinan Dan Doa Akhirnya Memiliki Toko Baru (UMK Usaha Milyaran KeAtas).

Untuk mendapatkan sesuatu yang diharapkan pastinya selalu ada lika liku yang dihadapi,hal yang paling penting adalah ,tawakal yang diiring bersabar dan berdo’a. Begitu juga dengan yang dialami oleh Sudaryono,untuk dapat memiliki toko barunya yang cukup besar,dirinya melewati proses yang cukup lama,namun dengan keyakinan dari hatinya,akhirnya,ia,memiliki toko baru dapat terwujud .

Prinsip Memegang Teguh Keislaman yang Kuat

Menurut cerita yang berhasil di himpun media Arusnews. Sudaryono, memiliki sifat keras kepala itu terbentuk dari sejak kecil, beda dengan saudara lainnya, waktu kecil paling bandel dan paling sering berantem. Waktu masih Sekolah Dasar, Kalau pulang sekolah itu pasti habis berantem atau nangis .Dari sifat itu ternyata ada efek positifnya . “Sifat diri saya terbentuk karena factor keadaan keluarga itu hidup pas-pasan.Hingga menjadi sebuah  motivasi sampai saya memasuki remaja. Saya jadi tidak mudah menyerah karena saya punya keyakinan dalam hati saya, saya pasti bisa selagi kita punya kemauan keras disitulah pasti ada jalan”.katanya dengan optimis

Pedagang Muslim Terpercaya

Kenapa kemudian saya punya motto “menjadi pedagang pelopor muslim terpercaya”. Realitanya selama ini orang-orang Chines yang menguasai pasar, saya telah diberikan kepercayaan oleh Allah dan Alhamdulillah mulai ada kemajuan. Maka ini harus ditularkan pada keluarga dan karyawan. Setiap dua minggu sekali saya selalu kasih briefing, wejangan, bagaimana berjualan dengan baik. Kenapa kita harus membuat orang lain harus beli listrik disini (Dimar Elektrik)? Apa kepentingannya? Toh dagangan sama.Disiilah bagaimana kita berfikir agar cara kita berjualan mempunyai nilai lebih yang membuat konsumen merasa nyaman, misal orang mau menukar barang, selagi memungkinkan kenapa kita tidak layani.

Tips Untuk Pedagang Pemula Agar Sukses

Untuk pemula atau  yang niat mau mulai berdagang itu berprinsipnya cukup satu saja, berperilakulah menjadi pedagang yang jujur dan terpercaya dari hal yang paling kecil jangan pernah sekali-kali membohongi custumer.

- Pedagang yang jujur dan benar dengan harga yang kompetitif jangan mengambil keuntungan yang lebih tetapi akhirnya orang akan lari.

- Jadilah pedagang yang baik dalam arti jangan pernah membohongi dan yang kadang-kadang bikin kita tidak maju

- Hindari pemakaian uang yang bukan menjadi milik kita. Biasanya suka khilaf atau gelap mata karena namanya bisnis biasanya ada utang ada piutang, kalau kita ada hutang dengan supplier,jadi  jangan berpikir kalau sudah terima uang merasa uang sendiri tidak memikirkan bayar hutang ,itu yang biasanya yang membuat terjerumus .

- angan lupa sedekah (Beramal), itu motivasi yang perlu di ajarkan, intinya jadilah pedagang benar dan jujur yang tidak boleh lepas dengan ajaran agama.

Harapan untuk keluarga atau anak-anak nantinya

Menamkan ilmu agama sajak dini.Dengan menanamkan ilmu agama sejak dini itu artinya membuat pondasi yang kuat.” Untuk anak-anak kedepan insya Allah saya menanamkan dan membekali dengan ilmu agama,Alhamdulillah anak saya yang besar  itu perempuan kelas 6 di Sekolah Dasar Islam terpadu sudah hafal  juz ke 29,dan yang  nomor dua  masih duduk di Taman Kanak-Kanak,sedangkan uang nomor tiga masih berumur dibawah dua tahun, saya berharap,kelak anak saya akan tumbuh menjadi manusia yang berakhlak mulia, berakhlak baik sesuai aturan islam dan jika menajadi pengusaha,menjadi pengusaha yang berakhlak mulia ,artinya semakin sukses semakin bertaqwa dan pada akhirnya akan lahir jiwa social yang tinggi yang selalu  berbagi dengan sesame,hal  inilah  yang  selalu saya tekankan pada anak-anak. Insya Allah,setelah  lulus SD saya mau masukan ke pesantren. Alhamdulillah anak saya juga mau melanjutkan masuk pesantren.Dalam hal pendidikan anak-anak saya akan prioritaskan,karena pendidikan yang tinggi akan menambah wawasan yang luas dan cara berpikir kita juga akan luas. Tentnya pendidikan harus di back up dengan keimanan yang dan ketaqwaan yang kuat .insya Allah semoga menjadi orang sukses yang beriman dan bertaqwa kepada

Kalau melihat penomena sekarang kan ekonomi terutama di indonesia yang mayoritas muslim kelihatan orang yang baru mengawali usaha itu cenderung tidak mampu surfive atau cenderung mudah menyerah kira-kira pendapat pak Sudaryono bagaimana?

Dengan fenomena itu sebenarnya merugikan bagi mereka dan buat islam juga yang mayoritas, dengan kondisi seperti ini kira-kira apa penyebabnya? umumnya islam yang mayoritas kalah bersaing dengan mereka ,salah satu indikator atau faktor utamanya adalah dari akhlak atau kepribadian kita. Seperti yang saya ceritakan sebelumya,kita (umat muslim) yang selalu diajarkan tentang akhlak tidak mengaplikasikannya,padahal rosulullah juga seorang pedagang,seharusnya ini menjadi contoh bagaimana cara berdagangatau berbisnis yang benar.Rosulullah berdagang dengan akhlak yang benar yang jujur,kenapa kita mencontoh beliau.

Kalau kita mau menjadi pedagang atau pebisnis terpercaya jangan mudah menyerah dan banyak mengeluarkan uang yang tidak penting, contoh punya uang sedikit sudah pengen Action, pengen beli mobil padahal uangnya masih pas-pasan,kalau begitu usaha bisa akan terbengkalai.

" Saya mau memberikan masukan kepada teman-temen harus sering komunikasi dan  sharing, saya tidak merasa saya lebih hebat, kita sharing saja marilah menjadi pedagang yang baik menjadi pribumi atau menjadi muslim yang baik. Saya itu punya cita-cita yang sangat besar mulai dari kita sendiri misalkan dari ujung sana (Kranggan,red) sampai ke ujung kodau kita bikin autosium pedagang pribumi kita satukan " pungkas Sudaryono (Owner Dimar Elektrik).
Gie/Arkan




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Favorit Anda?
  Mahyeldi Ansyarullah - Emzalmi
  Robby Prihandaya - Dewi Safitri
  Tommy Utama - Laura Hikmah
  Willy Fernando - Vicky Armita
  Laura Himah i Nisaa - Safaruddin

Komentar Terakhir

  • Robby Prihandaya

    Komentar paling pedas Khamenei adalah Iran tidak pernah mengenal Israel. Negara ini juga secara ...

    View Article
  • Tommy Utama

    Para pengunjuk rasa membawa bendera-bendera Palestina dan foro-foto pemimpin tertinggi ...

    View Article
  • Robby Prihandaya

    Anda penyuka Transformer? Tentu hal yang paling menarik saat menonton film Transformer salah ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video