Ayam Mbah Cemplung, Rasanya Go Internasional
Kuliner Tradisional

By Aministrator 07 Okt 2018, 14:40:26 WIB UKM & Kuliner
Ayam Mbah Cemplung, Rasanya Go Internasional

Keterangan Gambar : Owner Ayam Mbah Cemplung (Tengah) & Putra nya


Arus Bantul. Berawal dari seorang Nenek sebatang kara itu bernama Mbah Cemplung yang berasal dari daerah Desa Cemplung. Disinilah berasal karya kuliner tangannya lahir lezatnya ayam kampung goreng. Mbah Cemplung. Si mbah wafat dalam usia 96 tahun. Namun, resep ayam kampungnya terus hidup dan digandrungi penggila icip-icip kuliner di Warung Mbah Cemplung.

Warung Mbah Cemplung bealamat di Desa Kasongan, Kecamatan Bangunjiwo, Bantul, sekitar 15 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Setelah melewati ladang dan kebun, kami crew arusnews mendapati warung yang sebagian berlantai tanah dan berjajar meja-meja. Di bagian lain, lantai diplester semen dan beberapa pelanggan duduk lesehan menikmati ayam kampung goreng. Oleh karena siang itu cukup panas (sumuk bahasa Jawa red) kami memilih meja di luar ruangan di bawah pohon kelapa. Sungguh sebuah suasana kampung nan asri.

Crew arusnews memesan dua ekor ayam ingkung alias ayam yang masih utuh. Ukurannya ”jumbo” dengan berat 2,5 kilogram per ekor. Bisa juga kita memilih per bagian semisal paha atas dan bawah, atau dada. Ayam kampung goreng disajikan hanya dengan nasi putih, sambal cabai mentah, cabai goreng, dan pete yang digoreng sekulit-kulitnya. Sempat muncul rasa ”curiga” dagingnya pasti keras karena ukurannya yang terbilang jumbo. Ternyata semuanya meleset, karena daging ayam sajian ukuran jumbo begitu empuk, gurih sejak lapisan kulit hingga menyentuh tulangnya.

Pemilik warung Mbah Cemplung, Sadiyo (70), memaparkan saat di wawancarai awak media Arusnews yang turut di dampingi oleh (ke 2 putra nya). Sadiyo menuturkan"Ayam kampung itu dimasak dengan cara direbus selama empat jam dengan bumbu-bumbu yang menjadi rahasia Warung Mbah Cemplung. Ayam lantas ditiriskan semalam penuh sebelum direbus kembali keesokan harinya. Perebusan hingga dua kali itu untuk mengangkat lemak-lemak pada daging ayam. Perebusan ayam menggunakan api tungku berbahan bakar kayu akasia, jati, dan mahoni. Ini untuk menjaga agar cita rasa ayam terjaga karena tidak terkontaminasi dengan bau minyak atau gas.

Kelezatan rasa masakan Warung Mbah Cemplung juga ditentukan oleh cara Sadiyo memilih ayam. Syarat utama, harus ayam kampung yang dilepas secara liar (ayam umbar) bukan ayam kandang. Beratnya tak boleh kurang dari 1,2 kilogram. ”Kalau kurang dari itu beratnya, ayam masih alot belum ketemu rasa gurihnya. Dagingnya juga mudah lumer. Nah, paling gede bobotnya 3,5 kilogram. Di atas itu, terlalu keras,” tutur Sadiyo.

Dan nyatanya benar perbedaan rasa antara ayan negeri dan ayam kampung. Rasa gurih alami daging ayam kampung tak dijumpai di ayam negeri. Ayam-ayam itu dibeli langsung dari warga yang tinggal di sekitar Kasongan, seperti Kecamatan Pajangan, Sewon, dan Kasihan. Pedagang ayam tiap pagi berbondong-bondong ke Warung Mbah Cemplung untuk menjual ayam. Dalam sehari, Sadiyo menjaring 40 hingga 60 ekor ayam. Pada musim liburan, ia memerlukan bisa mencapai 80 ekor ayam per hari.

Pelanggan dapat menikmatinya dengan memesan minuman es tape atau wedang uwuh yang merupakan khas Yogyakarta. Es tape ketan diramu dari tape ketan, yang diwarnai menjadi hijau muda, dicampur sedikit gula. Rasanya yang manis bercampur asam dan dingin, memunculkan sensasi segar. Sangat pas diminum setelah manyantap ayam kampung goreng di siang juga malam hari.
Gie/Arkan




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Favorit Anda?
  Mahyeldi Ansyarullah - Emzalmi
  Robby Prihandaya - Dewi Safitri
  Tommy Utama - Laura Hikmah
  Willy Fernando - Vicky Armita
  Laura Himah i Nisaa - Safaruddin

Komentar Terakhir

  • Robby Prihandaya

    Komentar paling pedas Khamenei adalah Iran tidak pernah mengenal Israel. Negara ini juga secara ...

    View Article
  • Tommy Utama

    Para pengunjuk rasa membawa bendera-bendera Palestina dan foro-foto pemimpin tertinggi ...

    View Article
  • Robby Prihandaya

    Anda penyuka Transformer? Tentu hal yang paling menarik saat menonton film Transformer salah ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video